Selasa, 20 Desember 2011

makalah analisis puisi karya taufik ismail



BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Puisi adalah kumpulan kata-kata indah dalam susunan yang terbaik.Dengan menganalisis puisi kita bisa mengetahui banyak hal tentang puisi tersebut. Analisis puisi strata norma ingarden dapat dikatakan hanya menganalisis puisi secara formal saja,tidak mengemukakan nilai seni puisi yang di analisis.Analisis ini bermaksud untuk mengetahui lapis-lapis yang ada pada strata norma ingarden.Salah satu dari lapis itu adalah lapis arti.Dengan adanya lapis arti kia bisa mengetahui tentang makna puisi tersebut.
B. Rumusan masalah
            a. Analisis puisi strata norma menurut ingarden
            b. Agar mengetahui unsur-unsur pembentuk dengan jelas.
C. Tujuan
            Berdasarkan latar belakang dan tujuan makalah ini,maka penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui penjelasan yang akurat tentang masalag yang ada diatas.
D. Manfaat
1. Mahasiswa/mahasiswi penulisan ini dapat memberikan masukan analisis puisi strata norma ingarden.
2. Dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar dan pembelajaran.
3. Sebagai acuan dalam membuat makalah lainnya.

BAB II
Pembahasan

Analisis puisi strata norman ingarden ( Puisi karya Taufik Ismail )
A.

JALAN SEGARA

Disinilah penembakan
Kepengecutan
Dilakukan
Ketika pawai bergerak
Dalam panas matahari
Dan pelor pembayar pajak
Negeri ini
Ditembuskan ke punggung
Anak-anaknya sendiri

1. Lapis Bunyi

Pembahasan lapis bunyi hanyalah ditujukan pada bunyi-bunyi yang bersifat “istimewa” atau khusus, yaitu bunyi-bunyi yang dipergunakan untuk mendapatkan efek puitis atau nilai seni. Misalnya pada baris ke-1 ada asonansi a dan i ; pada baris ke-2 ada asonansi e ; di baris ke-3 ada asonansi a ; di baris ke-4 ada asonansi a dan e ; di baris ke-5 ada asonansi a ; di baris ke-6 ada asonansi a ; di baris ke-7 ada asonansi i ; di baris ke-8 ada asonansi u ; dan di baris ke- 9 ada asonansi a. Jadi, yang paling dominan dalam puisi Jalan Segara Taufiq Ismail asonansinya adalah a (dalam panas matahari).
                                                                         

2. Lapis Arti

Pada bait pertama puisi Jalan Segara Taufiq Ismail ini melatarbelakangi penembakan di Jalan Segara terhadap para demonstran yang memprotes para pemimpin pada tahun 60-an.
Pada bait kedua para pelajar dan mahasiswa berdemonstrasi dengan cara berpawai dalam suasana panas terik matahari.

Pada bait ketiga dan bait keempat para pelajar dan mahasiswa dihadapi dengan pelor. Pelorlah yang berbicara : mengambil nyawa mereka untuk membayar pajak. Padahal mereka tidak lain adalah “anaknya sendiri” : generasi muda yang akan mewarisi kepemimpinan negeri Indonesia.

3.Lapis ketiga
-objek : penembakan
-latar waktu : panas matahari (siang hari)
-latar tempat : dijalan
4. Lapis Dunia
Bait pertama penembakan terhadap para demonstran. Pada bait kedua para pelajar dan mahasiswa yang sedang berdemonstrasi. Bait ketiga dan keempat pelor yang mengambil nyawa para pelajar dan mahasiswa untuk membayar pajak. Padahal mereka adalah generasi muda yang mewarisi kepemimpinan negeri Indonesia.
5. Lapis Metafisis
Penembakan yang di Jalan Segara terhadap para demonstran yang memprotes para pemimpin pada tahun 60-an. Dimana para pelajar dan mahasiswa menjadi korban penembakan yang mana nyawa mereka untuk membayar pajak. Padahal mereka adalah generasi muda yang mewarisi kepemimpinan negeri Indonesia.

B.
KARANGAN BUNGA
tiga anak kecil
dalam langkah malu-malu
datang ke Salemba
sore itu
“ini dari kami bertiga
pita hitam pada karangan bunga
sebab kami ikut berduka
bagi kakak yang ditembak mati siang tadi”




a.       Lapis bunyi:

tiga anak kecil
dalam langkah malu-malu
datang ke Salembaterdapat asonansi a
sore itu
ini dari kami bertiga
pita hitam pada karangan bunga  terdapat asonansi a
sebab kami ikut berduka terdapat asonansi a
bagi kakak yang ditembak mati siang tadi  terdapat asonansi ak dan i

b.      lapis arti :
di dalam puisi tersebut, dijelaskan ada tiga orang anak kecil yang berjalan secara malu-malu datang ke Salemba pada waktu sore hari. ketiga anak itu memberikan sebuah karangan bunga yang diikat dengan pita hitam yang berarti mereka merasa ikut berduka karena ada orang yang ditembak mati pada siang tadi.


c. Lapis ketiga:
-     obyek-obyek yang dikemukakan: tiga anak kecil, orang yang ditembak mati, karangan bunga dan pita hitam.
-     pelaku atu tokoh : tiga anak kecil
-      latar waktu: sore hari
-      latar tempat: pemakaman

-         dunia pengarang:
Ada tiga orang anak kecil yang berjalan secara malu-malu datang ke Salemba pada waktu sore hari. ketiga anak itu memberikan sebuah karangan bunga yang diikat dengan pita hitam yang berarti mereka merasa ikut berduka karena ada orang yang ditembak mati pada siang tadi.



d.      lapis keempat/dunia
tiga anak kecil itu merupakan penggambaran dari rakyat kecil yang ikut berduka cita. rakyat kecil tersebut berjalan dengan langkah malu-malu, ini mempunyai arti bahwa rakyat kecil itu tidak bisa dengan lancang atau gegabah dalam bertindak. pita hitam dapat diartikan sebagai tanda atau simbol dari duka cita.

e.       lapis kelima/metafisis
puisi ini menceritakan bagaimana kita sebagai orang atau rakyat yang ikut berduka cita atas ditembak matinya orang/ rakyat kecil. 





C.
 TENTANG SERSAN NURCHOLIS
Oleh :
Taufiq Ismail

Seorang Sersan
Kakinya hilang
Sepuluh tahun yang lalu
Setiap siang
Terdengan siulnya
Di bengkel arloji
Sekali datang
Teman-temannya
Sudah orang resmi
Dengan senyum ditolaknya
Kartu anggota
Bekas pejuang
Sersan Nurcholis
Kakinya hilang
Di jaman Revolusi
Setiap siang
Terdengan siulnya
Di bengkel aroloji
6
1.Lapis bunyi
            Seorang sersan  : terdapat asonansi s
            Kakinya hilang  : terdapat aonansi g
            Sepuluh tahun yang lalu  : terdapat asonansi  lu


            Setiap siang  : terdapat asonansi s
            Terdengar siulnya 
            Dibengkel arloji   

2.Lapis arti
            Didalam puisi ini dijelaskan seorang (pahlawan) yang kakinya hilang pada zaman revolusi dulu.Dia berjuang mempertaruhkan jiwanya.Namun dia tidak mau dianggap sebagai bekas pejuang.Dia memilih jadi tukang arloji.Seperti yang dijelaskan dari bait pertama sampai bait akhir.

3.Lapis ketiga
- objek-objek yang dikemukakan : kakinya hilang,sersan,kartu anggota,bengkel arloji,jaman revolusi.
-pelaku atau tokoh : seorang sersan
-Latar waktu : siang hari
-Latar tempat : bengkel arloji
-dunia pengarang :
            Seseorang pahlawan yang berjuang di zaman revolusi dulu sampai dia kehilangan kakinya.Namun dalam cerita ini pengarang tidak mu dianggap sebagai bekas pejuang.

4.Lapis dunia.
            Seorang sersan itu merupakan seorang pejuang yang sudah berjuang sampai-sampai kehilangan salah satu anggota badannya,artinya seseorang yang ikhlas berjuang  demi Negara ini tetapi dia tidak sombong karena dia tidak mau dianggap sebagai bekas pejuang.

5.Lapis metafisis
            Puisi ini menceritakan bagaimana kita harus ikhlas dengan apa yang kita kerjakan tanpa mengharapkan imbalan apapun.Sesuatu yang di kerjakan dengan ikhlas akan dibalas oleh Tuhan.Walaupun tidak ada artinya bagi manusia.
D.

 SALEMBA
Alma Mater, janganlah bersedih
Bila arakan ini bergerak pelahan
Menuju pemakaman
Siang ini
Anakmu yang berani
Telah tersungkur ke bumi
Ketika melawan tirani

1.Lapis bunyi
            Dalam puisi pembicaraan lapis bunyi “istimewa” atau khusus yaitu yang dipergunakan untuk mendapatkan efek puitis atau nilai seni.Misalnya dalam bait pertama “bila arakan ini bergerak perlahan” terdapat asonansi r dan h dibaris kedua ada aleterasi b.pola sajak akhir bait kedua aa-aa.

2.Lapis arti
            Dalam bait pertama “alma mater janganlah bersedih” si aku yang prihatin dengan keadaan yang dilihatnya.Makna dari keseluruhan puisi ini adalah mahasiswa yang ingin protes.Suasana yang mencekam tapi semangat perjungan mahasiswa itu tidak padam.

3.Lapis ketiga
- objek-objek yang dikemukakan : alma mater,pemakaman,kebumi,tirani.
- pelaku atau tokoh : si aku.
- latar waktu : siang.
-latar tempat : pemakaman
-dunia pengarang :
            Alma mater janganlah bersedih.Si aku yang prihatin dengan keadaannya.Bila arakan ini bergerak perlahan menuju pemakaman siang ini.Akan tetapi dalam keadaan seperti itu dia tidak pasrah walauupun dia akan mati.

4.Lapis dunia
            Dipandang dari sudut pandang tertentu si aku begitu berani.Bisa dilihat dari kata-kata anakmu yang berani (bait kedua).Pada bait pertama dalam kata alma mater janganlah bersedih.Si aku mencoba tegar dalam menghadapi yang akan terjadi pada dirinya.

5.Lapis metfisis
            Dalam puisi ini berisi tentang seseorang yang mencoba tegar menghadapi sesuatu yang akan terjadi pada dirinya,walaupun kematian akan tertuju padanya.namun dia tetap berani melawan semuanya demi yang dicapainya.
E.
    KUTAHU KAU KEMBALI JUA ANAKKU
Oleh :
Taufik Ismail
Saudara-kandungku pulang perang, tangannya merah
Kedua pundak landai tiada tulang selangka
Dia tegak goyah, pandangnya pada kami satu-satu
Aku tahu kau kembali jua anakku
Tiba-tiba dia roboh di halaman dia kami papah
Ibu pun perlahanmengusapi dahinya tegar
Tanganku amis ibu, tanganku berdarah
Aku tahu kau kembali jua anakku
Siang itu dia tergolek ibu, lekah perutnya
Aku tak membidiknya, tapi tanganku bersimbah
Tunduk terbungkuk matanya sangat papa
Kami sama rebah, kupeluk dia di tanah
Kauketuk sendiri ambang dadamu anakku
Usapkan jemari sudah berdarah
Simpan laras bedil yang memerah
Kutahu kau kembali jua anakku

1.Lapis bunyi
Dalam puisi ini terdapat asonansi a , seperti pada bait pertama dan terdapat aliterasi ng “saudara kandungku pulang perang”.Pola sajak pada bait pertama adalah ab-aa.
2.Lapis arti
Saudara kandungku pulang perang tangan nya merah.Si aku yang membicarakan tentang saudaranya yang pulang dalam berjuang.Saudaranya yang tidak berdaya,namun ibu si aku yakin kalau anaknya pasti pulang.seperti yang terdapat pada bait pertama.
Dalam bait kedua saudara nya jatuh dihalaman,kemudian si ak memapahnya.Ibu mengusap dahi anaknya untuk memberikan semangat dan raa prihatinnya kepada anaknya,namun anaknya berkata tanganku amis ibu.

Dalam bait ketiga si aku tidak dapat melakukan apa-apa.Si aku hanya bisa tertunduk melihat matanya yang kesakitan menahan luka.
Dalam bait keempat ibu menyuruh anaknya mengusap sendiri dadanya .Ibu nya tau anaknya akan kembali.

3.Lapis ketiga
- objek-objek : pulang perang,tangan merah,tangan amis.
-pelaku atau tokoh : si aku,dia,ibu
-latar waktu : siang
-latar tempat : halaman rumah
-dunia pengarang :
            Pengarang (si aku) menceritakan tentang saudaranya pulang dari perang.Keadaan saudaranya itu tidak berdaya.Akhirnya terjatuh dihalaman rumah.Si aku selalu member semangat kepada ibunya begitu juga dengan ibunya yang memberikan kasih saying yang tulus.

4.Lapis dunia
            Dipandang dari sudut pandang tertentu,si aku kelihatan sedih melihat saudaranya pulang perang dengan keadaan yang sudah tidak berdaya.
5.Lapis meafisis
            Dalam sajak ini lapis itu berupa kepedulian hidup manusia,yang berjuang dalam perang membela Negara ini.Namun keluarga selalu mendukung nya dan memberikan semangat kepada nya.

BAB III
Penutup
1.Kesimpulan
Setelah menganalisis beberapa karya Taufik Ismail yakni  Jalan segara,Karangan bunga,Tentang Sersan Nurcholis,Salemba,Kutahu kau kembali jua anakku.Dapat disimpulkan sebagai berikut :
a.Dari hasil analisis puisi “Jalan Segara” dapat disimpulkan bahwa puisi ini dapat memberikan semangat bagi siswa yang ingin suatu keadilan dengan cara berdemonstrasi.Supaya pejabat yang memimpin Negara ini tahu akan rakyat kecil.
b.Dalam puisi  “Karangan Bunga” dapat disimpulkan makna dari puisi ini adalah rasa kepedulian anak kecik terhadap seseorang yang tertembak mati.Dapat di ambil makna bahwa anak kecilpun mempunyai rasa kepedulian terhadap orang lain.Ini menunjukkan untuk orang yang lebih dewasa agar bisa seperti mereka.
c.Dalam puisi “Tentang Sersan Nurcholis” dapat diambil makna bahwa seseorang yang berjuang tanpa meminta imbalan.Kita harus ikhlas dengan apa yang kita kerjakan.Biar tuhan yang membalas semuanya,asalkan yang kita kerjakan itu berada dijalan kebenaran.
d.Dalam puisi “Salemba” dapat disimpulkan seseoran mahasiswa yang protes terhadap pemimpin Negara ini.Dia rela mempertaruhkan nyawa nya demi mendapatkan keadilan.
e.Dalam puisi “ Kutahu kau kembali jua anakku” Puisi ini sangat besar makna nya untuk dibawa dalam kehidupan keseharian kita.Bahwa kita harus membela bangsa ini.Walaupun nyawa taruhan nya.
2.Saran
            Sebaiknya analisis puisi norma roman ingarden sangat perlu diperhatikan lagi.Karena menurut saya puisi yang dianalisis ini puisi yang dimiliki masyarakat Indonesia.
            Untuk mewujudkan suatu keinginan saya berhrap pembaca makalah ini tidak hanya membaca saja,tetapi juga memberikan saran-saran terhadap makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
http://zhuldyn.wordpress.com/2011/04/11/kumpulan-puisi-karya-taufik-ismail/







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar